Di bawah ini beberapa port yang sangat sering dilakukan penetrasi (hacking) oleh para peretas :
* TCP port 20 dan 21 FTP (File Transfer Protocol)
* TCP port 23 Telnet (Terminal Emulation)
* TCP port 25 SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
* TCP dan UDP port 53 DNS (Domain Name System)
* TCP port 80 dan 443 HTTP dan HTTPs (Hypertext Transfer Protocol)
* TCP port 110 POP3 (Post Office Protocol version 3)
* TCP dan UDP port 135 RPC
* TCP dan UDP port 137 – 139 NetBIOS over TCP/IP
* TCP dan UDP port 161 SNMP (Simple Network Management Protocol)
demikian, semoga bermanfaat sebagai antisipasi keamanan jaringan anda.
Showing posts with label Networking. Show all posts
Showing posts with label Networking. Show all posts
Thursday, April 1, 2010
Tuesday, June 23, 2009
Panduan Teknis Instalasi WLAN
Peralatan
1. Kompas dan peta topografi
2. Penggaris dan busur derajat
3. Pensil, penghapus, alat tulis
4. GPS, altimeter, klinometer
5. Kaca pantul dan teropong
6. Radio komunikasi (HT)
7. Orinoco PC Card, pigtail dan PCI / ISA adapter
8. Multimeter, SWR, cable tester, solder, timah, tang potong kabel
9. Peralatan panjat, harness, carabiner, webbing, cows tail, pulley
10. Kunci pas, kunci ring, kunci inggris, tang (potong, buaya, jepit), obeng set, tie rap, isolator gel, TBA, unibell
11. Kabel power roll, kabel UTP straight dan cross, crimping tools, konektor RJ45
12. Software AP Manager, Orinoco Client, driver dan AP Utility Planet, firmware dan operating system (NT, W2K, W98 / ME, Linux, FreeBSD + utilitynya).
Survey Lokasi / Site Survey
1. Tentukan koordinat letak kedudukan station, jarak udara terhadap BTS dengan GPS dan kompas pada peta
2. Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang (obstructure) sepanjang path
3. Hitung SOM, path dan acessories loss, EIRP, freznel zone, ketinggian antena
4. Perhatikan posisi terhadap station lain, kemungkinan potensi hidden station, over shoot dan test noise serta interferensi
5. Tentukan posisi ideal tower, elevasi, panjang kabel dan alternatif seandainya ada kesulitan dalam instalasi
6. Rencanakan sejumlah alternatif metode instalasi, pemindahan posisi dan alat
Pemasangan Konektor
1. Kuliti kabel coaxial dengan penampang melintang, spesifikasi kabel minimum adalah RG 8 9913 dengan perhitungan losses 10 db setiap 30 m
2. Jangan sampai terjadi goresan berlebihan karena perambatan gelombang mikro adalah pada permukaan kabel
3. Pasang konektor dengan cermat dan memperhatikan penuh masalah kerapian
4. Solder pin ujung konektor dengan cermat dan rapi, pastikan tidak terjadi short
5. Perhatikan urutan pemasangan pin dan kuncian sehingga dudukan kabel dan konektor tidak mudah bergeser
6. Tutup permukaan konektor dengan aluminium foil untuk mencegah kebocoran dan interferensi, posisi harus menempel pada permukaan konektor
7. Lapisi konektor dengan aluminium foil dan lapisi seluruh permukaan sambungan konektor dengan isolator TBA (biasa untuk pemasangan pipa saluran air atau kabel listrik instalasi rumah)
8. Terakhir, tutup seluruh permukaan dengan isolator karet untuk mencegah air
9. Untuk perawatan, ganti semua lapisan pelindung setiap 6 bulan sekali
10. Konektor terbaik adalah model hexa tanpa solderan dan drat sehingga sedikit melukai permukaan kabel, yang dipasang dengan menggunakan crimping tools, disertai karet bakar sebagai pelindung pengganti isolator karet
Pembuatan POE
1. Power over ethernet diperlukan untuk melakukan injeksi catu daya ke perangkat Wireless In A Box yang dipasang di atas tower, POE bermanfaat mengurangi kerugian power (losses) akibat penggunaan kabel dan konektor
2. POE menggunakan 2 pair kabel UTP yang tidak terpakai, 1 pair untuk injeksi + (positif) power dan 1 pair untuk injeksi – (negatif) power, digunakan kabel pair (sepasang) untuk menghindari penurunan daya karena kabel loss
3. Perhatikan bahwa permasalahan paling krusial dalam pembuatan POE adalah bagaimana cara mencegah terjadinya short, karena kabel dan konektor power penampangnya kecil dan mudah bergeser atau tertarik, tetesi dengan lilin atau isolator gel agar setiap titik sambungan terlindung dari short
4. Sebelum digunakan uji terlebih dahulu semua sambungan dengan multimeter
Instalasi Antena
1. Pasang pipa dengan metode stack minimum sampai ketinggian 1st freznel zone terlewati terhadap obstructure terdekat
2. Perhatikan stabilitas dudukan pipa dan kawat strenght, pasang dudukan kaki untuk memanjat dan anker cows tail
3. Cek semua sambungan kabel dan konektor termasuk penangkal petir bila ada
4. Pasang antena dengan rapi dan benar, arahkan dengan menggunakan kompas dan GPS sesuai tempat kedudukan BTS di peta
5. Pasang kabel dan rapikan sementara, jangan sampai berat kabel menjadi beban sambungan konektor dan mengganggu gerak pointing serta kedudukan antena
6. Perhatikan dalam memasang kabel di tower / pipa, jangan ada posisi menekuk yang potensial menjadi akumulasi air hujan, bentuk sedemikian rupa sehingga air hujan bebas jatuh ke bawah
Instalasi Perangkat Radio
1. Instal PC Card dan Orinoco dengan benar sampai dikenali oleh OS tanpa konflik dan pastikan semua driver serta utility dapat bekerja sempurna
2. Instalasi pada OS W2K memerlukan driver terbaru dari web site dan ada di CD utility kopian, tidak diperlukan driver PCMCIA meskipun PNP W2K melakukannya justru deteksi ini menimbulkan konflik, hapus dirver ini dari Device Manager
3. Instalasi pada NT memerlukan kecermatan alokasi alamat IO, IRQ dan DMA, pada BIOS lebih baik matikan semua device (COM, LPT dll.) dan peripheral (sound card, mpeg dll.) yang tidak diperlukan
4. Semua prosedur ini bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit tidak termasuk instalasi OS, lebih dari waktu ini segera jalankan prosedur selanjutnya
5. Apabila terus menerus terjadi kesulitan instalasi, untuk sementara demi efisiensi lakukan instalasi dibawah OS Win98 / ME yang lebih mudah dan sedikit masalah
6. Pada instalasi perangkat radio jenis Wireless In A Box (Mtech, Planet, Micronet dlll.), terlebih dahulu lakukan update firmware dan utility
7. Kemudian uji coba semua fungsi yang ada (AP, Inter Building, SAI Client, SAA2, SAA Ad Hoc dll.) termasuk bridging dan IP Addressing dengan menggunakan antena helical, pastikan semua fungsi berjalan baik dan stabil
8. Pastikan bahwa perangkat Power Over Ethernet (POE) berjalan sempurna
Pengujian Noise
1. Bila semua telah berjalan normal, install semua utility yang diperlukan dan mulai lakukan pengujian noise / interferensi, pergunakan setting default
2. Tanpa antena perhatikan apakah ada signal strenght yang tertangkap dari station lain disekitarnya, bila ada dan mencapai good (sekitar 40 % – 60 %) atau bahkan lebih, maka dipastikan station tersebut beroperasi melebihi EIRP dan potensial menimbulkan gangguan bagi station yang sedang kita bangun, pertimbangkan untuk berunding dengan operator BTS / station eksisting tersebut
3. Perhatikan berapa tingkat noise, bila mencapai lebih dari tingkat sensitifitas radio (biasanya adalah sekitar – 83 dbm, baca spesifikasi radio), misalnya – 100 dbm maka di titik station tersebut interferensinya cukup tinggi, tinggal apakah signal strenght yang diterima bisa melebihi noise
4. Perhitungan standar signal strenght adalah 0 % – 40 % poor, 40 % – 60 % good, 60 % – 100 % excellent, apabila signal strenght yang diterima adalah 60 % akan tetapi noisenya mencapai 20 % maka kondisinya adalah poor connection (60 % – 20 % – 40 % poor), maka sedapat mungkin signal strenght harus mencapai 80 %
5. Koneksi poor biasanya akan menghasilkan PER (packet error rate – bisa dilihat dari persentasi jumlah RTO dalam continous ping) diatas 3 % – 7 % (dilihat dari utility Planet maupun Wave Rider), good berkisar antara 1 % – 3 % dan excellent dibawah 1 %, PER antara BTS dan station client harus seimbang
6. Perhitungan yang sama bisa dipergunakan untuk memperhatikan station lawan atau BTS kita, pada prinsipnya signal strenght, tingkat noise, PER harus imbang untuk mendapatkan stabilitas koneksi yang diharapkan
7. Pertimbangkan alternatif skenario lain bila sejumlah permasalahan di atas tidak bisa diatasi, misalkan dengan memindahkan station ke tempat lain, memutar arah pointing ke BTS terdekat lainnya atau dengan metode 3 titik (repeater) dll.
Perakitan Antena
1. Antena microwave jenis grid parabolic dan loop serta yagi perlu dirakit karena terdiri dari sejumlah komponen, berbeda dengan jenis patch panel, panel sector maupun omni directional
2. Rakit antena sesuai petunjuk (manual) dan gambar konstruksi yang disertakan
3. Kencangkan semua mur dan baut termasuk konektor dan terutama reflektor
4. Perhatikan bahwa antena microwave sangat peka terhadap perubahan fokus, maka pada saat perakitan antena perhatikan sebaik-baiknya fokus reflektor terhadap horn (driven antena), sedikit perubahan fokus akan berakibat luas seperti misalnya perubahan gain (db) antena
5. Beberapa tipe antena grid parabolic memiliki batang extender yang bisa merubah letak fokus reflektor terhadap horn sehingga bisa diset gain yang diperlukan
Pointing Antena.
1. Secara umum antena dipasang dengan polarisasi horizontal
2. Arahkan antena sesuai arah yang ditunjukkan kompas dan GPS, arah ini kita anggap titik tengah arah (center beam)
3. Geser antena dengan arah yang tetap ke kanan maupun ke kiri center beam, satu per satu pada setiap tahap dengan perhitungan tidak melebihi ½ spesifikasi beam width antena untuk setiap sisi (kiri atau kanan), misalkan antena 24 db, biasanya memiliki beam width 12 derajat maka, maksimum pergeseran ke arah kiri maupun kanan center beam adalah 6 derajat
4. Beri tanda pada setiap perubahan arah dan tentukan skornya, penentuan arah terbaik dilakukan dengan cara mencari nilai average yang terbaik, parameter utama yang harus diperhatikan adalah signal strenght, noise dan stabilitas
5. Karena kebanyakan perangkat radio Wireless In A Box tidak memiliki utility grafis untuk merepresentasikan signal strenght, noise dsb (kecuali statistik dan PER) maka agar lebih praktis, untuk pointing gunakan perangkat radio standar 802.11b yang memiliki utility grafis seperti Orinoco atau gunakan Wave Rider
6. Selanjutnya bila diperlukan lakukan penyesuaian elevasi antena dengan klino meter sesuai sudut antena pada station lawan, hitung berdasarkan perhitungan kelengkungan bumi dan bandingkan dengan kontur pada peta topografi
7. Ketika arah dan elevasi terbaik yang diperkirakan telah tercapai maka apabila diperlukan dapat dilakukan pembalikan polarisasi antena dari horizontal ke vertical untuk mempersempit beam width dan meningkatkan fokus transmisi, syaratnya kedua titik mempergunakan antena yang sama (grid parabolic) dan di kedua titik polarisasi antena harus sama (artinya di sisi lawan polarisasi antena juga harus dibalik menjadi vertical)
Pengujian Koneksi Radio
1. Lakukan pengujian signal, mirip dengan pengujian noise, hanya saja pada saat ini antena dan kabel (termasuk POE) sudah dihubungkan ke perangkat radio
2. Sesuaikan channel dan nama SSID (Network Name) dengan identitas BTS / AP tujuan, demikian juga enkripsinya, apabila dipergunakan otentikasi MAC Address maka di AP harus didefinisikan terlebih dahulu MAC Address station tersebut
3. Bila menggunakan otentikasi Radius, pastikan setting telah sesuai dan cobalah terlebih dahulu mekanismenya sebelum dipasang
4. Perhatikan bahwa kebanyakan perangkat radio adalah berfungsi sebagai bridge dan bekerja berdasarkan pengenalan MAC Address, sehingga IP Address yang didefinisikan berfungsi sebagai interface utility berdasarkan protokol SNMP saja, sehingga tidak perlu dimasukkan ke dalam tabel routing
5. Tabel routing didefinisikan pada (PC) router dimana perangkat radio terpasang, untuk Wireless In A Box yang perangkatnya terpisah dari (PC) router, maka pada device yang menghadap ke perangkat radio masukkan pula 1 IP Address yang satu subnet dengan IP Address yang telah didefinisikan pada perangkat radio, agar utility yang dipasang di router dapat mengenali radio
6. Lakukan continuos ping untuk menguji stabilitas koneksi dan mengetahui PER
7. Bila telah stabil dan signal strenght minimum good (setelah diperhitungkan noise) maka lakukan uji troughput dengan melakukan koneksi FTP (dengan software FTP client) ke FTP server terdekat (idealnya di titik server BTS tujuan), pada kondisi ideal average troughput akan seimbang baik saat download maupun up load, maksimum troughput pada koneksi radio 1 mbps adalah sekitar 600 kbps dan per TCP connection dengan MTU maksimum 1500 bisa dicapai 40 kbps
8. Selanjutnya gunakan software mass download manager yang mendukung TCP connection secara simultan (concurrent), lakukan koneksi ke FTP server terdekat dengan harapan maksimum troughput 5 kbps per TCP connection, maka dapat diaktifkan sekitar 120 session simultan (concurrent), asumsinya 5 x 120 = 600
9. Atau dengan cara yang lebih sederhana, digunakan skala yang lebih kecil, 12 concurrent connection dengan trouhput per session 5 kbps, apa total troughput bisa mencapai 60 kbps (average) ? bila tercapai maka stabilitas koneksi sudah dapat dijamin berada pada level maksimum
10. Pada setiap tingkat pembebanan yang dilakukan bertahap, perhatikan apakah RRT ping meningkat, angka mendekati sekitar 100 ms masih dianggap wajar.
Good luck !
Sunday, June 21, 2009
Windows 7 Mampu Gandakan Kartu Jaringan WLAN
VWiFi Logo.jpg Dengan beredarnya Windows 7 versi RC secara luas melalui sumber unduh resmi atau pun melalui torrent bukan berarti Anda sudah bisa merasakan semua fitur-fitur yang dimiliki oleh sistem operasi tersebut. Fitur ini sepertinya tidak segelamor kumpulan wallpaper terbaru, Aero Snap atau taskbar dengan ikon besar di Windows 7. Ternyata Microsoft sudah menanamkan teknologi jaringan terbaru ke dalam sistem Windows 7, namun sayangnya karena ketiadaan driver pendukung maka fitur tersebut untuk saat ini belum dapat digunakan.
Teknologi yang sebenarnya sudah dikembangkan sejak tahun 2002 oleh tim peneliti Microsoft ini dinamakan Virtual WiFi atau VWiFi, pada awalnya bernama MultiNet, yaitu sebuah arsitektur virtualisasi untuk kartu WLAN (Wireless LAN) yang mampu menggandakan adapter/ kartu jaringan wireless tunggal, sehingga secara virtual komputer menganggap ada lebih dari satu adapter yang terpasang. Cara kerja VWiFi sangat mirip dengan bagaimana aplikasi virtualisasi semacam VMWare dan VirtualBox yang bekerja di sistem operasi sehingga satu komputer bisa menjalankan beberapa sistem operasi secara bersamaan. Teknik tersebut sudah dimanfaatkan secara luas dan mampu memberikan keuntungan dari sisi efisiensi.
Pasti Anda berpikir kira-kira keuntungan apa yang bisa didapat dengan hadirnya teknologi VWiFi bagi para penggunanya, semisal Anda bisa mengatur supaya komputer terkoneksi dengan lebih dari satu jaringan wireless/ hotspot (IEEE 802.11) secara bersamaan dengan hanya berbekal satu kartu WLAN saja, tersambung dengan beberapa komputer dalam mode ad-hoc, memberlakukan komputer sebagai access point lalu membagi koneksi internet ke komputer lain secara wireless, menghemat penggunaan perangkat jaringan, dan mungkin masih banyak lagi hal menarik dengan skenario berbeda yang bisa dimanfaatkan dengan keberadaan teknologi ini. Tapi, kerugiannya juga ada, kemungkinan adalah jika terkoneksi lebih dari satu jaringan membuat tenaga yang dibutuhkan akan lebih banyak, dan jika Anda menggunakan laptop yang bergantung pada baterai, maka baterai akan cepat terkuras, semakin banyak terkoneksi dengan jaringan juga akan mempengaruhi performa dan menyebabkan latensi pada kinerja kartu jaringan.
Windows 7 versi RC terakhir sudah dilengkapi fitur VWiFi ini, tapi seperti sudah dijelaskan di atas belum ada vendor kartu jaringan wireless yang menyediakan driver khusus untuk dapat memanfaatkannya, dan nanti akan mendapatkan sertifikasi khusus dari Microsoft dalam bentuk logo. Sayangnya implementasi dari Virtual WiFi di Windows 7 akan dibatasi hanya bisa membuat satu adapter virtual. Mungkin melihat dampak negatifnya terhadap kinerja kartu WLAN jika terlalu banyak terkoneksi ke jaringan yang berbeda-beda.

Diagram arsitektur yang menjelaskan cara kerja Virtual WiFi di Windows 7
Anda bisa mengunduh dokumen dalam bentuk PowerPoint yang berisi informasi teknis tentang VWiFi, file presentasi ini sudah dibawakan pada acara WinHEC 2008 di sesi "Wireless LAN Enhancements In Windows 7." Download di sini. Dan sumber dokumen lainnya juga untuk mempelajari lebih dalam lagi mengenai VWiFi di sini
Teknologi yang sebenarnya sudah dikembangkan sejak tahun 2002 oleh tim peneliti Microsoft ini dinamakan Virtual WiFi atau VWiFi, pada awalnya bernama MultiNet, yaitu sebuah arsitektur virtualisasi untuk kartu WLAN (Wireless LAN) yang mampu menggandakan adapter/ kartu jaringan wireless tunggal, sehingga secara virtual komputer menganggap ada lebih dari satu adapter yang terpasang. Cara kerja VWiFi sangat mirip dengan bagaimana aplikasi virtualisasi semacam VMWare dan VirtualBox yang bekerja di sistem operasi sehingga satu komputer bisa menjalankan beberapa sistem operasi secara bersamaan. Teknik tersebut sudah dimanfaatkan secara luas dan mampu memberikan keuntungan dari sisi efisiensi.
Pasti Anda berpikir kira-kira keuntungan apa yang bisa didapat dengan hadirnya teknologi VWiFi bagi para penggunanya, semisal Anda bisa mengatur supaya komputer terkoneksi dengan lebih dari satu jaringan wireless/ hotspot (IEEE 802.11) secara bersamaan dengan hanya berbekal satu kartu WLAN saja, tersambung dengan beberapa komputer dalam mode ad-hoc, memberlakukan komputer sebagai access point lalu membagi koneksi internet ke komputer lain secara wireless, menghemat penggunaan perangkat jaringan, dan mungkin masih banyak lagi hal menarik dengan skenario berbeda yang bisa dimanfaatkan dengan keberadaan teknologi ini. Tapi, kerugiannya juga ada, kemungkinan adalah jika terkoneksi lebih dari satu jaringan membuat tenaga yang dibutuhkan akan lebih banyak, dan jika Anda menggunakan laptop yang bergantung pada baterai, maka baterai akan cepat terkuras, semakin banyak terkoneksi dengan jaringan juga akan mempengaruhi performa dan menyebabkan latensi pada kinerja kartu jaringan.
Windows 7 versi RC terakhir sudah dilengkapi fitur VWiFi ini, tapi seperti sudah dijelaskan di atas belum ada vendor kartu jaringan wireless yang menyediakan driver khusus untuk dapat memanfaatkannya, dan nanti akan mendapatkan sertifikasi khusus dari Microsoft dalam bentuk logo. Sayangnya implementasi dari Virtual WiFi di Windows 7 akan dibatasi hanya bisa membuat satu adapter virtual. Mungkin melihat dampak negatifnya terhadap kinerja kartu WLAN jika terlalu banyak terkoneksi ke jaringan yang berbeda-beda.
Diagram arsitektur yang menjelaskan cara kerja Virtual WiFi di Windows 7
Anda bisa mengunduh dokumen dalam bentuk PowerPoint yang berisi informasi teknis tentang VWiFi, file presentasi ini sudah dibawakan pada acara WinHEC 2008 di sesi "Wireless LAN Enhancements In Windows 7." Download di sini. Dan sumber dokumen lainnya juga untuk mempelajari lebih dalam lagi mengenai VWiFi di sini
Visualisasi Internet: Web Trend Map 4
Information Architects (iA Inc.) telah meluncurkan versi final beta untuk peta keempat dari seri Web Trend Map mereka. Web Trend Map 4 adalah sebuah visualisasi keadaan trend internet saat ini dan memperlihatkan bagaimana berbagai perusahaan dan tokoh internet saling berhubungan satu sama lain.
Web Trend Map merupakan publikasi tahunan dari iA Inc. Web Trend Map 4 memetakan 333 domain web dan 111 tokoh internet yang paling berpengaruh ke peta Tokyo Metro. Domain diseleksi dengan hati-hati oleh tim peneliti iA dan dievaluasi berdasarkan traffic, pendapatan, usia dan perusahaan yang memilikinya. Tim desain iA kemudian merancang domain-domain terpilih ini menjadi berbagai stasiun-satasiun individual pada peta Tokyo Metro dimana semuanya saling melengkapi dalam hal karakter.
Web Trend Map merupakan publikasi tahunan dari iA Inc. Web Trend Map 4 memetakan 333 domain web dan 111 tokoh internet yang paling berpengaruh ke peta Tokyo Metro. Domain diseleksi dengan hati-hati oleh tim peneliti iA dan dievaluasi berdasarkan traffic, pendapatan, usia dan perusahaan yang memilikinya. Tim desain iA kemudian merancang domain-domain terpilih ini menjadi berbagai stasiun-satasiun individual pada peta Tokyo Metro dimana semuanya saling melengkapi dalam hal karakter.
Friday, June 19, 2009
Cara Setting IP Statis Pada Ubuntu Intrepid Ibex
Salah satu bug yang cukup menjengkelkan di Ubuntu Intrepid Ibex adalah permasalahan setting koneksi jaringan statis. Setiap kali kita membuat profile setting jaringan statis, setiap restart pasti akan kembali ke profile Auto Eth0(dhcp).
Ada 2 Solusi untuk masalah ini, dengan teks mode, atau menggunakan grafis.
1. Cara 1 : Teks mode
* Buang service Gnome Network Manager agar tidak dijalankan pada saat booting. Jalankan perintah:
$sudo update-rc.d -f NetworkManager remove
* Edit secara manual file konfigurasi network anda, dengan menambahkan alamat ip statis, gateway, dan netmask yang digunakan. Jalankan perintah
$sudo gedit /etc/network/interface
Masukkan baris seperti dibawah (sesuaikan alamat ip dengan jaringan anda);
auto lo eth0
iface lo inet loopback
iface eth0 inet static
address xxx.xxx.xxx.xxx(masukkan alamat ip anda)
netmask xxx.xxx.xxx.xxx
gateway xxx.xxx.xxx.xxx(masukkan alamat gateway anda)
* Selanjutnya berikan nameserver dengan mengedit file /etc/resolv.conf. Jalankan perintah
sudo gedit /etc/resolv.conf
tambahkan baris;
nameserver xxx.xxx.xxx.xxx(masukkan ip dns primary anda)
nameserver xxx.xxx.xxx.xxx(masukkan ip dns secondary anda)
* Restart service jaringan anda
sudo /etc/init.d/networking restart
*Reconfiguring network interfaces… [OK]
2. Cara 2 : Grafis (Sedikit Tricky)
* Klik kanan pada icon network di system tray, kemudian pilih ‘edit connections’
1
* Pilih profile Auto Eth0, kemudian hapus profile tersebut dengan menekan tombol delete
2
Selanjutnya klik tombol ‘Add‘, buat profile baru dengan nama profile Auto eth0, ingat HARUS Auto eth0 bukan yang lain
screenshot-editing20auto20eth0
* Kemudian berikan tanda centang ‘Connect Automatically‘. Selanjutnya berikan mac address yang sesuai pada device eth0 anda
3
* Terakhir pada tab ‘ipv4 Settings‘, pilih Method : Manual, dan tambahkan alamat ip anda berikut alamat DNS yang anda gunakan
5
*
* Ketika system anda reboot, system otomatis akan menggunakan profile Auto eth0 yang sebenarnya sudah kita buat ulang menggunakan konfigurasi manual
Untuk cara ini anda tidak perlu menon-aktifkan service Gnome Network Manager seperti pada cara 1 diatas
Sumber dari sini dan disini
Ada 2 Solusi untuk masalah ini, dengan teks mode, atau menggunakan grafis.
1. Cara 1 : Teks mode
* Buang service Gnome Network Manager agar tidak dijalankan pada saat booting. Jalankan perintah:
$sudo update-rc.d -f NetworkManager remove
* Edit secara manual file konfigurasi network anda, dengan menambahkan alamat ip statis, gateway, dan netmask yang digunakan. Jalankan perintah
$sudo gedit /etc/network/interface
Masukkan baris seperti dibawah (sesuaikan alamat ip dengan jaringan anda);
auto lo eth0
iface lo inet loopback
iface eth0 inet static
address xxx.xxx.xxx.xxx(masukkan alamat ip anda)
netmask xxx.xxx.xxx.xxx
gateway xxx.xxx.xxx.xxx(masukkan alamat gateway anda)
* Selanjutnya berikan nameserver dengan mengedit file /etc/resolv.conf. Jalankan perintah
sudo gedit /etc/resolv.conf
tambahkan baris;
nameserver xxx.xxx.xxx.xxx(masukkan ip dns primary anda)
nameserver xxx.xxx.xxx.xxx(masukkan ip dns secondary anda)
* Restart service jaringan anda
sudo /etc/init.d/networking restart
*Reconfiguring network interfaces… [OK]
2. Cara 2 : Grafis (Sedikit Tricky)
* Klik kanan pada icon network di system tray, kemudian pilih ‘edit connections’
1
* Pilih profile Auto Eth0, kemudian hapus profile tersebut dengan menekan tombol delete
2
Selanjutnya klik tombol ‘Add‘, buat profile baru dengan nama profile Auto eth0, ingat HARUS Auto eth0 bukan yang lain
screenshot-editing20auto20eth0
* Kemudian berikan tanda centang ‘Connect Automatically‘. Selanjutnya berikan mac address yang sesuai pada device eth0 anda
3
* Terakhir pada tab ‘ipv4 Settings‘, pilih Method : Manual, dan tambahkan alamat ip anda berikut alamat DNS yang anda gunakan
5
*
* Ketika system anda reboot, system otomatis akan menggunakan profile Auto eth0 yang sebenarnya sudah kita buat ulang menggunakan konfigurasi manual
Untuk cara ini anda tidak perlu menon-aktifkan service Gnome Network Manager seperti pada cara 1 diatas
Sumber dari sini dan disini
Konfigurasi xorg.conf Untuk Monitor Yang Tidak Dikenal
Sering dijumpai beberapa kasus, tampilan desktop tidak dapat berukuran sesuai yang kita kehendaki. Misalkan, monitor yang seharusnya dapat menampilkan dimensi 1280×1024, hanya menampilkan 800×600 dan tidak dapat dinaikkan, alias sudah maksimal, opsi untuk dimensi resolusi yang lebih tinggi tersedia.
Banyak yang menyarankan untuk menjalankan perintah
dpkg-reconfigure -phigh xserver-xorg
tetapi tetap saja dimensi resolusi yang lebih tinggi tidak tersedia.
Untuk mengatasinya, kita perlu sedikit menambahi konfigurasi di
/etc/X11/xorg.conf
Pada section “Device” tambahkan konfigurasi driver agar xorg dapat lebih pastidalam mengenali chipset grafis
Section "Device"
Identifier "Configured Video Device"
Driver "vesa"
EndSection
Jika system dapat mengenali chipset grafis dengan jenis driver yang lebih sesuai, nama driver boleh diganti, tetapi jika menjadi tidak kuat untuk menampilkan grafis, sebaiknya dikembalikan, atau tetap menggunakan vesa.
Kemudian pada section “Screen” tambahkan informasi mode dimensi yang ingin digunakan.
Section "Screen"
Identifier "Default Screen"
Monitor "Configured Monitor"
Device "Configured Video Device"
SubSection "Display"
Modes "1024x768"
EndSubSection
EndSection
Pada bagian Modes didalam SubSection, dapat diubah-ubah sesuai yang diinginkan asal masih dalam perbandingan 4:3 dengan kelipatan 8 untuk vesa.
Setelah itu simpan dan restart xorg yang digunakan.
Catatan :
Penulis melakukan testing dengan keterangan sebagai berikut ;
1. Ubuntu 8.04 Hardy Heron
2. Chipset grafis SIS,
3. Monitor Unknown
Subscribe to:
Posts (Atom)